Berita

BUPATI TERIMA KUNJUNGAN PESADA DI KANTORNYA

Selasa, 14 November 2017

Bupati Pakpak Bharat, Dr. Remigo Yolando Berutu, M.Fin, MBA, terlihat sangat antusias menerima kunjungan dari Badan Pelaksana dan Pengurus Pesada (Perkumpulan Sada Ahmo), sebuah organisasi non pemerintah yang concern dalam urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, sebagaimana terlihat pada Selasa pagi (14/11) di Ruang Rapat Sindeka, Gedung Sigellem Rempu (Kantor Bupati Pakpak Bharat), Kompleks Perkantoran Panorama Indah Sindeka, Salak.

Dalam pertemuan yang mengalir santai serta saling sharing informasi, banyak hal yang disoroti oleh Pesada terhadap termarjinalisasinya kaum perempuan sebagaimana yang disampaikan oleh Dinta Solin, Koordinator Wilayah Pesada untuk Kabupaten Pakpak Bharat, Dairi dan Samosir, Berliana Purba, SH, Direktur Eksekutif Pesada, Ramida Katharina, SE, Program Manager Pesada, Ronald Silalahi, S.Sos, Dewan Pengurus Pesada, Jondri Berutu, Ketua Forum Multi Stake Holder, bersama Sartika Sianipar, Konselor Pendamping Perempuan Korban dan Nursalimah Tinambunan, STP, Staf Lapang Pesada Wilayah Pakpak Bharat, khususnya yang terjadi di Kabupaten Pakpak Bharat, antara lain persoalan kesehatan reproduksi, gizi, hak-hak kaum perempuan, keterlibatannya dalam pengambilan keputusan, serta minimnya pengetahuan kaum perempuan akan haknya untuk mendapatkan beragam layanan pemerintah yang sudah tersedia bagi mereka.

Bupati yang dalam kesempatan ini didampingi oleh Ka. Dinas Kesehatan, dr. Tomas bersama jajarannya, Ka. Bagian Humas Setda, Kastro Manik, S.Sos, Ka. Bagian Hukum Setda, Romian Sitopu, SH, serta perwakilan dari Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas PMD, PPPA dan KB, menanggapi dengan positif dan mengapresiasi keterlibatan aktif Pesada dan beberapa kali bekerja sama dengan Pemkab Pakpak Bharat, serta pendampingan bersama masyarakat yang sampai saat ini masih terus dilakukan melalui program simpan-pinjam perempuan, yang dikenal dengan nama CU (Credit Union). “Menariknya adalah Pesada langsung bersentuhan dengan grass root dalam keseharian aktivitasnya dan memiliki poin lebih dalam urusan pendampingan, penyuluhan, konseling dan pemberian motivasi langsung kepada masyarakat yang disasarnya”, puji Bupati.

Di sisi yang lain, menurut beliau, adanya gizi buruk bagi anak dan keluarga, tidak semata-mata persoalan kesehatan. “Pada dasarnya apabila kondisi ekonomi sudah dalam taraf memadai, maka kebutuhan gizi akan terpenuhi. Urusan kesehatan hanya tindakan penyelamatan saja. Selebihnya adalah bagaimana pendapatan mereka meningkat sehingga masyarakat dapat memenuhi asupan yang layak sesuai B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman)”, ujarnya sembari mengutarakan bahwa Pemkab Pakpak Bharat telah menggelontorkan konsep untuk menekan pengeluaran masyarakat demi peningkatan kemampuan ekonomi keluarga, seperti pendidikan dan kesehatan gratis, transportasi pelajar gratis, beasiswa bagi mahasiswa, subsidi pentraktoran lahan, dan sebagainya.

Selain itu, disampaikan oleh Bupati Remigo, dengan dituangkannya urusan ibu dan anak dalam Visi-Misi Kabupaten Pakpak Bharat secara spesifik untuk menghadirkan generasi emas, banyak dibuat regulasi-regulasi dan program untuk mendukung serta menguatkan itu semua, seperti Inisiasi Menyusui Dini, ASI Eksklusif, Gema Kibbla, SMS Bunda, pemeriksaan pap smear dan IVA Test, Silotus dan sebagainya, yang menjadi bentuk nyata bahwa kepedulian kepada kaum perempuan dan anak, bukan hal yang main-main di Kabupaten Pakpak Bharat. “Termasuk juga bagaimana peran serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam perekaman data kependudukan mulai dari program Bayi Lahir Langsung Dapat Akta, KIA (Kartu Identitas Anak) dan Menikah Langsung Dapat Akta yang cenderung dilakukan dengan mekanisme jemput bola demi memenuhi hak-hak administratif kaum perempuan dan anak”, tambahnya.

Satu hal yang ditekankan oleh Bupati Remigo adalah pentingnya penetrasi promosi kesehatan yang lebih intensif dan maksimal. “Misalnya saja dengan penyuluhan kesehatan reproduksi bagi remaja bekerja sama dengan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan”, tandasnya, dan menjadi catatan juga bahwa Pemkab Pakpak Bharat bukan super-power yang bisa menuntaskan segala permasalahan.

Sebagai bentuk komitmen serta semakin memaksimalkan kerja-kerja pemberdayaan, dalam waktu dekat akan dibangun kerja sama yang akan dilegalkan melalui MoU (Memorandum of Understanding) sebagai payung hukumnya. “Dalam kerjasama perdana ini, jangkauan dan ruang lingkupnya tidak perlu terlalu luas sehingga dapat menyamakan ritme kerja dan kegiatan. Yang penting kegiatan optimal dengan capaian output serta outcome-nya terpenuhi”, kata Bupati mengingatkan. Sebagai penutup Bupati menegaskan bahwa kesetaraan gender juga menjadi komitmen Pemkab Pakpak Bharat. “Tinggal lagi bagaimana kaum perempuan sadar, merubah perilaku dan berdaya untuk setara dengan cara berkomitmen meningkatkan kualitas serta kapasitasnya”, pungkasnya. (Sumber berita: Bagian Humas Setda Kab. Pakpak Bharat)

Berita Lainnya

Percepat Pembangunan Infrastruktur, Bupati Remigo Jalin Kerjasama dengan PT. SMI
Senin, 23 Juli 2018
Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui Bupati Dr. Remigo Yolando Berutu, MBA, M.Fin melakukan kerjasama dengan PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk membantu percepatan-percepatan pembangunan...
PEMBUKAAN MTQ NASIONAL XV TINGKAT KABUPATEN PAKPAK BHARAT TAHUN 2018
Jumat, 20 Juli 2018
Rinai gerimis yang terus turun semenjak pagi tidak menyurutkan semangat acara pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional ke-15 tingkat Kabupaten Pakpak Bharat pada Kamis (19/07), yang diawali dengan...
PENYAMPAIAN NOTA JAWABAN BUPATI PAKPAK BHARAT ATAS PEMANDANGAN UMUM FRAKSI DPRD TERKAIT LKPJ 2017 DAN 4 RANPERDA LAINNYA
Rabu, 18 Juli 2018
Pasca disampaikan Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Pakpak Bharat atas Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Pakpak Bharat tahun 2017 dan 4 Ranperda lainnya pada Jumat yang lalu, s...
RAPAT PARIPURNA PEMANDANGAN UMUM FRAKSI FRAKSI ATAS PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN APBD PAKPAK BHARAT 2017 DAN 4 RANPERDA LAINNYA
Senin, 16 Juli 2018
Setelah penyampaian Nota Pengantar Bupati Pakpak Bharat tentang Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2017 dan 4 Ranperda lainnya di hadapan Sidang Paripurna ...